Cari Blog Ini

Memuat...

Arsip Blog

Minggu, 17 Juli 2011

Makalah Validitas


BAB I
PENDAHULUAN

Untuk mengukur kesesuaian, efisiensi dan kemantapan (consistency) suatu alat penilaian atau evaluasi dipergunakan bermacam-macam kualitas seperti validitas, keandalan, objektivitas dan kepraktisan.
Validitas adalah kualitas yang menunjukkan hubungan antara suatu pengukuran (diagnosis) dengan arti atau tujuan kriteria belajar atau tingkah laku. Keandalan adalah kualitas yang menunjukkan kemantapan (consistency) ekuivalensi atau stabilitas suatu pengukuran yang dilakukan. Objektivitas adalah kualitas yang menunjukkan identitas atau kesamaan dari skor-skor atau diagnosis-diagnosis yang diperoleh dari data yang sama dari penskor-penskor kompeten yang sama. Kepraktisan adalah suatu kualitas yang menunjukkan kemungkinan dapat dijalankannya suatu kegunaan umum dari suatu teknik penilaian.
Diatas telah dipaparkan sedikit mengenai bagaimana ciri-ciri kriteria evaluasi yang baik untuk lebih dapat dipahami secara mendalam berikut akan dijelaskan lebih rinci pada bab pembahasan materi.


BAB II
PEMBAHASAN

Sebuah evaluasi/ test yang dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.    Validitas
Validitas merupakan syarat yang terpenting dalam suatu alat evaluasi. Suatu teknik evaluasi dikatakan mempunyai validitas yang tinggi jika evaluasi atau tes itu dapat mengukur apa yang sebenarnya akan di ukur. Validitas bukanlah ciri yang mutlak dari suatu teknik evaluasi, ia merupakan suatu ciri yang relatif terhadap tujuan yang hendak dicapai oleh pembuat test. Oleh karena itu, validitas harus ditentukan dalam hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai dengan alat evaluasi itu.
Ada beberapa jenis validitas, yaitu :
Ø  Conten validity (curricular validity)
Ø  Construct validity
Ø  Predictive validity
Ø  Concurrent validity
Validitas suatu tes dinyatakan dengan angka korelasi koefisien (r). Kriteria koefisien adalah sebagai berikut.
0,00 – 0,20         sangat rendah (hampir tidak ada korelasi)
0,20 – 0,40         korelasi rendah
0,40 – 0,70         korelasi cukup
0,70 – 0,90         korelasi tinggi
0,90 – 1.00         korelasi sangat tinggi (sempurna)
Cara menghitung validitas suatu test dapat dilakukan antara lain sebagai berikut :
a)      Dengan Product Moment Correlation (Metode Pearson)
Rumusnya :
               r  =
         ∑ x’y’
 ( ∑ x’2 ) (∑ y’2 )


     
b)      Dengan Rank Method Of Correlation (Metode Spearman)
Rumusnya :
Rho = p = 1 -
     6 ∑ D2
 N ( N2 – 1 )
Faktor-faktor yang mempengaruhi validitas hasil evaluasi :
Ø  Faktor instrument evaluasi itu sendiri.
Ø  Faktor administrasi evaluasi dan penskoran.
Ø  Faktor dalam respons-renspons siswa.

2.    Keandalan
Keandalan adalah ketetapan atau ketelitian suatu alat evaluasi. Suatu tes atau alat evaluasi dikatakan andal jika ia dapat dipercaya, konsisten atau stabil dan produktif. Jadi yang dipentingkan di sini ialah ketelitiannya, sejauh mana tes atau alat tersebut dapat dipercaya kebenarannya. Keandalan suatu tes dinyatakan dengan coeficient of reliability (r), yaitu dengan jalan mencari korelasi. Misalnya :
1.      Dengan metode dua tes
2.      Dengan metode satu tes
3.      Metode “split-half
4.      Metode Kuder – Richardson
Faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan suatu tes antara lain :
Ø  Luas tidaknya sampling yang diambil.
Ø  Perbedaan bakat dan kemampuan murid yang dites.
Ø  Suasana dan kondisi testing.

3.    Objektivitas
Objektivitas suatu tes ditentukan oleh tingkat atau kualitas kesamaan skor-skor yang diperoleh dengan tes tersebut meskipun hasil tes itu dinilai oleh beberapa orang penilai. Untuk itu diperlukan kunci jawaban tes (scoring key)
Kualitas objektivitas suatu tes dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu :
a)      Objektivitas tinggi ialah jika hasil-hasil tes itu menunjukkan tingkat kesamaan yang tinggi.
b)      Objektivitas sedang ialah seperti tes yang sudah di standarisasi, tetapi pandangan subjektif skor masih mungkin muncul dalam penilaian dan interpretasinya.
c)      Objektivitas fleksibel ialah seperti beberapa jenis tes yang digunakan oleh LBP untuk keperluan konseling.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi subjektivitas daru suatu tes , yaitu meliputi :
-          Bentuk tes
-          Penilai
Pedoman penilai dalam melakukan penilaian sebagai berikut :
a)      Evaluasi / penilaian harus dilakukan secara continue (terus menerus)
b)      Evaluasi / penilaian harus dilakukan secara komprehensif (menyeluruh)

4.    Kepraktisan
Kepraktisan suatu tes penting juga diperhatikann. Suatu tes dikatakan mempunyai kepraktisan yang baik jika kemungkinan untuk menggunakan tes itu besar, kriteria untuk mengukur praktis tidaknya suatu tes dapat dilihat dari :
a)      Biaya yang diperlukan untuk menyelenggarakan tes itu.
b)      Waktu yang diperlukan untuk menyusun tes itu.
c)      Sukar mudahnya menilai tes itu.
d)     Sulit tidaknya menginterpretasikan hasil tes itu.
e)      Lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tes itu.
Tentu saja menentukan ukuran yang tepat untuk kriteria tersebut diatas itu sukar karena penentuan mahal murah, lama dan tidak, sukar dan mudah itu relatif, bergantung pada dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepraktisan antara lain.
a)      Kemudahan mengadministrasi.
b)      Waktu yang disediakan untuk melancarkan evaluasi
c)      Kemudahan menskor
d)     Kemudahan interpretasi dan aplikasi.
e)      Tersedianya bentuk instrument evaluasi yang ekuivalen atau sebanding.

BAB III
KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sebuah evaluasi/ penilaian dapat dikatakan baik jika evaluasi tersebut memenuhi kriteria-kriteria seperti yang disebutkan diatas yaitu meliputi validitas, keandalan, objektivitas dan kepraktisan. Jika keempat komponen tersebut tidak terpenuhi maka penilaian tersebut perlu ditinjau kembali baik dari sistem pelaksanaannya, instrumennya atau hal-hal yang mungkin berpengaruh terhadap keabsahan penilaian/ evaluasi tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Prof. Dr. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Dimyati, Dr. & Drs. Mudjino. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Purwanto, M. Ngalim, Drs. Mp. 2010. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Syah, Muhibbin, M. Ed. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta : PT.Raja Grafindo.

Ibrahim, R & Nana Syaodin, S. 1996. Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

1 komentar:

  1. kita juga punya nih jurnal mengenai Validitas silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/4237/1/FEK-adam.pdf

    BalasHapus